kawan=teman=babaturan=sobat=friend adalah seseorang yang dimana orang itu orang yang asing bagi kita yang mempunyai tali hubungan darah dengan kita tetapi orang tersebut selalu peduli terhadap kita, selalu ada ketika kita dalam kesusahan, selalu ada ketika kita berada dalam kesulitan, selalu ada dalam susah dan dukas, selalu ada ketika kita dalam keadaan putus asa dan dia mensupport kita agar kita selalu semangat menjalani kehidupan ini yang penuh dengan berbagai rintangan, cobaan, halangan, dan segala yang membuat hidup kita menjadi tak berarti. pepatah mengatakan "mempunyai musuh satu itu terlalu banyak tetapi mempunyai teman seribu itu sangatlah kurang" kurang lebih seperti itulah pepatah tersebut, maaf ia kalau salah!.
Teman begitu penting dalam hidup kita, hidup kita akan terasa hampa , hidup kita akan terasa tak berarti, hidup kita terasa tak punya arah dan tujuan jika kita tidak mempunyai teman. tapi, teman yang kita butuhkan itu adalah teman yang mempunyai ciri-ciri seperti yang aku sebutkan di muka dan itulah yang dinamakan teman sejati. semua orang tentu mempunyai teman sejati masing-masing dan tentu teman sejati itu juga mempunyai teman sejati dan teman sejati dan seterusnya dan sampailah ke gue. gue mungkin adalah salah satu teman sejati dari teman sejati yang tadi. lucu enggak?semoga aja lucu. gue juga termasuk orang yang mempunyai teman, teman gue itu dari berbagai daerah. tapi, gue enggak tahu apakah orang yang gue anggap teman itu menganggap teman ke gue. entahlah....tapi, yang jelas semua orang yang pernah gue teman adalah teman gue.
baik, mulai ke intinya, di postingan kali ini gue akan sedikit cerita tentang teman-teman gue yang pergi meninggalkan gue. maksudnya temen gue itu pindah sekolah gitu.......eh, nyambung enggak sih? kan temen gue pindah sekolah, otomatiskan gue enggak bisa berhubungan lagi dengan dia karena rumah gue sama dia jauh di tambah lagi gue sekolah di boarding school yang jelas-jelas gue tersekap di area yang suci. ia kan? yang kenal gue pasti tahulah apa maksud gue. ada beberapa temen gue yang pergi meninggalkan sekolah tercintaku ini.ciee.... pake kata cinta.
orang yang pertama yaitu ahmad saeni. introduce him self,dia adalah makhluk sejenis manusia, dia dari tegal buleud, dia seangkatan sama gue, dia orangnya lucu, penuh semangat, suka bikin orang ketawa, dan sifat dia yang gue suka adalah dia selalu peduli terhadap temannya dan tidak perhitungan, dan dia juga selalu menghargai temannya meskipun dia juga sedikit tengil sih. gue ingat ketika dia mau pindah, dia menjual barang-barangnya pakaian, badan, dan tempat.ups,bukan,salah itu mah salah satu dari syarat sah shalat. maklumlah orang yang berjibaku di pesantrenmhatinya akan selalu berada dalam naungan Allah SWT. amin.barang-barang yang ia jual dari mulai buku, pakaian, dan segala tektek bengeknya ia jual tapi tak semuanya ia jual tetapi ada beberapa barangnya yang ia berikan secara cuma-cuma kepada temen deketnya. tapi, kok gue enggak di kasih apa-apa sih sama dia?apa gue bukan temen deket dia?emh, entahlah. ketika dia ingin pindah bersamaan ketika gue juga sudah enggak kuat bertahan disini. gue curhat ke dia, "sen, ari kalauar ti die bisa asup ka negri te?" dan dia pun menjawab "bisa, pan urang ge arek pindah ka negri, arek ka smkn tegal buleud, naon deih? sia arek pindah lin? dan aku pun menjawab pertanyaan itu dengan ragu-ragu "teing, nyaeta sen ges te kuat urang mah cicing di die teh ges hayang pindah urang mah tapi hayang pindahna ka SMA negri emung ka SMK negri mah sien tawuran urang mah, tapi urang ge emung ari sakola ka SMA negri biasa-biasa wae mah hayang ka sakola favorit". dan saeni pun menjawab" teing atuh ari ka sma negri mah. atuh ari hayang pindah mah ngomong we ka kolot maneh, hayang pindah kituh, terus ngomongna kie, te bisa di paksaken dei kituh jang cicing dei didie.dan gue pun kepikiran tentang perkataan si saeni itu. gue pun mulai melayang-layang, eh maksudnya pikiran gue pun mulai melayang-layang keluar sana membayangkan indahnya kehidupan yang bebas di luar sana. dan di suatu minggu di awal-awal bulan september gue terkena penyakit ambeien atau wasir sehingga gue kesakitan ketika gue ber-BAB, tahukan BAB?yaps, Buang Air Besar, malahan my behind door mengeluarkan darah. emh, dan pada pagi-pagi kira-kira pukul 09.00 WIB gue meminta izin sekaligus meminjam HP untuk menghubungi orang gue dan ternyata ibu gue sedang meluncur menuju lokasi gue berada. dan gue juga diizinin oleh ka syahrul. inilah hal yang paling membahagiakan bagi santri DA. dan trenyata pada hari itu juga si saeni pulang dan tak kembali lagi. artinya dia benar-benar jadi pindahdan gue enggak sempat untuk berpamitan sama dia. pada saat itu gue sungguh paham dengan kondisi dia, kenapa dia bisa sampai untuk memutuskan untuk sekolah di luar karena pada saat itu juga gue merasakan hal yang sama seperti dia, rasanya sumpek,sempit, enggak bisa ngelakuin apa-apa, dangue sempat berpikir pada saat itu bahwa hidup itu cuma sampai disini saja, tapi untungnya gue baru sadar bahwa kita kalo kita ingin berjah harta kita harus menghormati orang tua, dan orang tuaku pada saat itu menginginkan yang terbaik untuk gue yaitu mereka tidak menginginkan gue seperti anak-anak di luar sana yang kerjaannya itu ngerokok, mabok, bahkan mungkin ada yang lebih parah dari itu semua yang enggak mungkin gue sebutin satu persatu.
temen gue yang yang kedua yang pergi meninggalkan gue adalah rijal yusuf, atau temen-temen gue biasa memanggilnya dengan sebutan amot. gini asal muasal sebutan amot. ada temen gue namanya mahmud,dia orangnya gokil, gampang bergaul dan ramah deh pokoknya. terus juga gue enggak tahu kenapa
orang yang pertama yaitu ahmad saeni. introduce him self,dia adalah makhluk sejenis manusia, dia dari tegal buleud, dia seangkatan sama gue, dia orangnya lucu, penuh semangat, suka bikin orang ketawa, dan sifat dia yang gue suka adalah dia selalu peduli terhadap temannya dan tidak perhitungan, dan dia juga selalu menghargai temannya meskipun dia juga sedikit tengil sih. gue ingat ketika dia mau pindah, dia menjual barang-barangnya pakaian, badan, dan tempat.ups,bukan,salah itu mah salah satu dari syarat sah shalat. maklumlah orang yang berjibaku di pesantrenmhatinya akan selalu berada dalam naungan Allah SWT. amin.barang-barang yang ia jual dari mulai buku, pakaian, dan segala tektek bengeknya ia jual tapi tak semuanya ia jual tetapi ada beberapa barangnya yang ia berikan secara cuma-cuma kepada temen deketnya. tapi, kok gue enggak di kasih apa-apa sih sama dia?apa gue bukan temen deket dia?emh, entahlah. ketika dia ingin pindah bersamaan ketika gue juga sudah enggak kuat bertahan disini. gue curhat ke dia, "sen, ari kalauar ti die bisa asup ka negri te?" dan dia pun menjawab "bisa, pan urang ge arek pindah ka negri, arek ka smkn tegal buleud, naon deih? sia arek pindah lin? dan aku pun menjawab pertanyaan itu dengan ragu-ragu "teing, nyaeta sen ges te kuat urang mah cicing di die teh ges hayang pindah urang mah tapi hayang pindahna ka SMA negri emung ka SMK negri mah sien tawuran urang mah, tapi urang ge emung ari sakola ka SMA negri biasa-biasa wae mah hayang ka sakola favorit". dan saeni pun menjawab" teing atuh ari ka sma negri mah. atuh ari hayang pindah mah ngomong we ka kolot maneh, hayang pindah kituh, terus ngomongna kie, te bisa di paksaken dei kituh jang cicing dei didie.dan gue pun kepikiran tentang perkataan si saeni itu. gue pun mulai melayang-layang, eh maksudnya pikiran gue pun mulai melayang-layang keluar sana membayangkan indahnya kehidupan yang bebas di luar sana. dan di suatu minggu di awal-awal bulan september gue terkena penyakit ambeien atau wasir sehingga gue kesakitan ketika gue ber-BAB, tahukan BAB?yaps, Buang Air Besar, malahan my behind door mengeluarkan darah. emh, dan pada pagi-pagi kira-kira pukul 09.00 WIB gue meminta izin sekaligus meminjam HP untuk menghubungi orang gue dan ternyata ibu gue sedang meluncur menuju lokasi gue berada. dan gue juga diizinin oleh ka syahrul. inilah hal yang paling membahagiakan bagi santri DA. dan trenyata pada hari itu juga si saeni pulang dan tak kembali lagi. artinya dia benar-benar jadi pindahdan gue enggak sempat untuk berpamitan sama dia. pada saat itu gue sungguh paham dengan kondisi dia, kenapa dia bisa sampai untuk memutuskan untuk sekolah di luar karena pada saat itu juga gue merasakan hal yang sama seperti dia, rasanya sumpek,sempit, enggak bisa ngelakuin apa-apa, dangue sempat berpikir pada saat itu bahwa hidup itu cuma sampai disini saja, tapi untungnya gue baru sadar bahwa kita kalo kita ingin berjah harta kita harus menghormati orang tua, dan orang tuaku pada saat itu menginginkan yang terbaik untuk gue yaitu mereka tidak menginginkan gue seperti anak-anak di luar sana yang kerjaannya itu ngerokok, mabok, bahkan mungkin ada yang lebih parah dari itu semua yang enggak mungkin gue sebutin satu persatu.
temen gue yang yang kedua yang pergi meninggalkan gue adalah rijal yusuf, atau temen-temen gue biasa memanggilnya dengan sebutan amot. gini asal muasal sebutan amot. ada temen gue namanya mahmud,dia orangnya gokil, gampang bergaul dan ramah deh pokoknya. terus juga gue enggak tahu kenapa