Sabtu, 25 Oktober 2014

cerbung part#1

Ok guys dalam keadaan sehat dan bisa menyentuh internet kali ini saya akan mempostingkan sebuah cerbung atau cerita bersambung atau mungkin juga cerita gak nyambung atau entahlah yang penting kali ini saya mengisi my blog.
Cerbung edisi pertama dan episode pertama itu the tittle is "sekolah".

Aku berjalan menelusuri jalan setapak ini. pakaian merah putih yang terbalut ditubuhku membuatku kaku untuk berjalan dan berlaga, sepatu hitam putih yang menghiasi kakiku terasa penat di kakiku, inilah penampilanku yang akan melangkah untuk mencari masa depanku lewat jalan sekolah sembari melamunkan tentang sekolah yang akan aku geluti mulai dari sekarang.
   "day, tunggu aku!"aku terperanjat mendengar suara itu, dan aku tersadar dari lamunanku tentang apa itu sekolah? apa yang aku harus lakukan ketika nanti  tiba disekelolah? apa aku harus meludahi wanita yang sering memaksa aku bernyanyi? udah tau aku gak mau nyanyi masih aja tuh wanita maksa-maksa aku untuk bernyanyi. Dalam hati aku berbicara. apa aku harus beli lontong? apa aku harus kencing di sembarang tempat? seperti ketika aku di taman kanak-kanak. "eh cup,kamu mau kemana?" dengan polosnya aku bertanya. "Gak liat aku pake baju sama kaya kamu?" dengan wajah yang berumus o2n aku harus sadar ternyata sahabatku ini juga akan sekolah. "oh...iya, mau pergi sekolah ya? "aku bertanya sekali lagi untuk megetahui kebenarannya. "yaiyalah temanku" ujar temanku ini. "mau sekolah dimana cup?. aku bertanya "itu disitu, SDN cibinding" ujar ucup. "SDN cibinding dimana cup?" aku bertanya keheranan dan kebingungan. "dimana SDN cibinding?" aku bertanya menyelidiki "itu, sd yang di belakangnya ada jurang" aku pun akhirnya konek dan aku menjelaskan "oh...itu sih bukan SDN cibinding , tapi SDN cibinghai. "yang ada jurangnya terus dipinggirnya berantakan kuburan masa colonial belanda kan?". ucup pun sadar "ia...maksud aku tuh itu". aku pun sadar bahwa kita sudah terlalu lama mengobrol. ucup adalah sahabatku sedari kecil atau mungkin ketika kita di alam arwah melakukan janji amanat dan janji tauhid. pokoknya aku dan dia itu bagaikan bensin dan motor walaupun berbeda tapi kami tak bisa dipisahkan. waktu ibu dia dan my mother melahirkan, mereka berdua melahirkan kami berdua dirumah sakit yang sama dan di hari yang sama pula, tetapi berbeda waktunya aku dilahirkan di siang hari dan dia lahir ketika adzan maghrib berkumandang, "cup, kita kan satu sekolah nih,mending kita jalan bareng aja yuk!!!"...ajak aku, "kamu juga mau sekolah ke SDN cibinding eh maksudku SDN cibinghai kan?" Kata mahmud. "Ia cup, yuk kita jalan!!".kami berdua pun berjalan bersama,  dan di sepanjang perjalanan kami berdua melihat banyak melihat anak-anak seusia kami yang sama memakai seragam merah putih, tapi perbedaannya terletak pada kami berdua jalan kaki sedangkan mereka menaiki kendaraan dan perbedaan yang kedua terletak pada mereka itu di dampingi orang tuanya sedang kami hanya sendirian saja. Bahkan ketikadiketika di jalan kami berdua bertemu dengan seseorang yang nantinya akan mwnjadi teman seperjuangan kami.
Edut, begitu ia dipanggil oleh ayahnya. Tetapi anehnya ketika itu dia tidak memakai pakaian seragam merah putih tetapi menggunakan seragam koboy lengkap dengan sepatu koboynya. "Hiiiah ...ayo kuda jalan" Pinta edut kepada sang kuda yang sedang di tungganginya sambil menepukan telapak tangan pantat sang kuda yang tidak lain adalah ayahnya sendiri."sudah hentikan dut!!!kita sekolah aja yuk!!!" Bujuk ayahnya. Tapi kesabaran seseoranh itu pasti ada batasnya. Akhirnya ayahnya pun pergi meninggalkan si edut dan si edut pun bereaksi menangis merengek meronta-ronta di tanah hingga akhirnya hal tersebut mengundang banyak kedatangan tetangga. Tapi, yang lebih manisnya lagi, lisa sang cinderela yang nasibnya sama seperti edut datang menghampiri edut dan membelai tubuh edut. Dududuh kencing belum bener aja udah berlaku kaya gitu. Masa depan bangsa kita mau ditaruh dimana?

...To be continued

Maybe enough until here for this time. I'm sorry if there is wrong from me. I still learn for be better.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar